infobola83

Kalkulasi dan Relevansi Juara Leicester City


Asianbookie
- Peningkatan paling hebat dalam sejarah Liga Primer Inggris kini tengah dialami Leicester City sebagaimana mereka tampil mengejutkan dengan menjadi penantang gelar di musim 2015/16 ini.

Di awal musim lalu saat ditangani manajer Nigel Pearson , Leicester dianggap sebagai klub promosi biasa yang dihajar habis-habisan oleh ‘muka lama’ di EPL hingga membuat mereka terkapar di zona degradasi. Namun setelah itu, mereka sedikit demi sedikit mulai belajar dan bangkit dengan melibas lawan-lawannya, dimulai dari matchday ke-30 ketika mengalahkan West Ham United 2-1.

Leicester sempat mendulang empat kemenangan beruntun di kompetisi kasta tertinggi jelang akhir musim, namun jalan terjal mereka temui usai dibekuk Chelsea 3-1 di matchday ke-34 dengan Didier Drogba, John Terry dan Ramires mencatatkan namanya di papan skor di King Power Stadium.

Chelsea sempat menghadirkan jalan terjal untuk Leicester di musim lalu.
Akan tetapi, The Foxes mampu melakukan ‘The Great Escape’ dan mengakhiri musim tersebut di urutan ke-14 setelah di empat pertandingan tersisa mengemas 10 poin dari 12 yang tersedia dengan mengalahkan Newcastle United, Southampton dan Queens Park Rangers selagi mereka bermain imbang di markas Sunderland.

Manajer Pearson lantas diagung-agungkan oleh suporter setelah ia berhasil mempertahankan Leicester di Liga Primer, namun turbulensi mengguncang mereka lewat skandal orgy yang melanda di musim panas.

Seperti diketahui, skandal itu melibatkan James Pearson (putra kandung Nigel), Adam Smith dan Tom Hopper hingga membuat ketiganya dipecat pihak klub. Dan seolah tidak terima dengan keputusan sepihak itu, Nigel dikabarkan sempat memprotesnya sebelum jajaran direksi memecat pria 52 tahun itu dengan alasan fundamental.

“Jajaran direksi mengakui kesuksesan yang dihadirkan Nigel dalam dua periodenya di Leicester City, terlebih selama tiga setengah tahun terakhir,” demikian rilis Leicester waktu itu.

“Meski demikian, menjadi jelas bahwa ada perbedaan fundamental di antara kita. Sayangnya, pihak klub percaya bahwa hubungan kerja antara Nigel dan direksi tidak lagi bisa dilanjutkan.

“Pemilik Leicester, Vichai dan Aiyawatt Srivaddhanaprabha, dan dewan direksi ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusi Nigel selama waktunya dengan klub dan mendoakannya yang terbaik untuk masa depan.”

Leicester memecat sang juru selamat akibat masalah fundamental.
Setelah cek-cok tersebut, Leicester segera berbenah dan mendatangkan Claudio Ranieri yang sejatinya baru dipecat Yunani akibat performa buruk di kualifikasi Euro 2016.

Pihak klub tahu bahwa mereka tidak membeli kucing dalam karung mengingat Ranieri memiliki pengalaman segudang, terlebih lagi ia punya pengalaman melatih di Liga Primer dengan menangani Chelsea antara 2000 dan 2004.

Di awal kedatangannya, Ranieri sudah percaya diri bahwa klubnya berpotensi untuk menjadi tujuan bagi para pemain besar. Ranieri mengambil contoh dengan apa yang pernah ia lakukan bersama Napoli di akhir 1980 atau awal 90an ketika mendatangkan Diego Maradona ke klub, dan hal serupa bisa ia terapkan untuk Leicester.

“Saya ingat ketika tidak ada yang ingin pergi ke Napoli. Namun setelah Maradona, semuanya ingin bergabung dengan Napoli,” ujar Ranieri, yang pernah menukangi Il Partenopei dari 1991 hingga 1993.

“Jika kami mulai membangun, mungkin dalam tiga atau empat tahun ke depan, akan ada banyak pemain yang ingin datang ke Leicester. Mengapa tidak?

“Pimpinan kami ingin membentuk sebuah tim yang sangat bagus dan itulah mengapa saya di sini. Kami ingin membangun pondasi kami dan dengan pondasi besar, saya kemudian bisa membangun lantai pertama, lantai kedua dan segalanya.”

Artikel Terkait Kalkulasi dan Relevansi Juara Leicester City :